TPS3R di Satui Terbakar, Mesin Press dan Monitor Timbangan Rusak, Kerugian Capai Rp60 Juta

Penulis: Udin Syamsul  •  Senin, 22 Juni 2026 | 17:06:01 WIB
Kebakaran melanda TPS3R Desa Al-Kautsar, Satui, menyebabkan kerusakan mesin press dan monitor timbangan.

TANAH BUMBU — Peristiwa kebakaran yang menghanguskan TPS3R di Desa Al-Kautsar, Satui, mengakibatkan operasional pengolahan sampah di kawasan tersebut lumpuh total. Dua unit mesin vital, yaitu mesin press dan monitor timbangan, hangus terbakar dan tidak dapat difungsikan lagi. Kerugian sementara yang dihitung dari aset yang rusak mencapai angka Rp60 juta.

Lokasi dan Waktu Kejadian

Api diketahui melahap bangunan TPS3R pada Senin lalu. Belum diketahui secara pasti penyebab awal kebakaran, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting arus pendek listrik. Petugas pemadam kebakaran dari Satui berhasil menjinakkan si jago merah setelah berjibaku selama sekitar dua jam.

Dampak Langsung bagi Warga dan Lingkungan

Kebakaran ini membuat aktivitas pemilahan dan pengolahan sampah di TPS3R Al-Kautsar berhenti total. Warga sekitar yang biasa menyetorkan sampah anorganik kini tidak bisa lagi menyerahkan sampahnya ke tempat tersebut. Akibatnya, tumpukan sampah mulai menumpuk di titik-titik pembuangan sementara.

Mesin Press dan Monitor Timbangan Jadi Korban Terparah

Dari hasil identifikasi, dua unit mesin yang menjadi tulang punggung operasional TPS3R mengalami kerusakan paling parah. Mesin press yang berfungsi memadatkan sampah plastik dan kardus hangus terbakar. Sementara monitor timbangan digital yang digunakan untuk mencatat berat setoran sampah dari warga juga luluh lantak.

Upaya Pemulihan dan Harapan Warga

Pihak pengelola TPS3R belum bisa memastikan kapan operasional akan kembali normal. Mereka masih menunggu hasil investigasi dari pihak kepolisian dan asuransi. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu perbaikan agar pengolahan sampah bisa berjalan kembali.

Apa Langkah Selanjutnya untuk TPS3R Al-Kautsar?

Pengelola tengah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu untuk mencari solusi. Salah satu opsi yang dibahas adalah pengajuan bantuan dana pemulihan melalui anggaran belanja tak terduga daerah. Sampai ada kepastian, warga diminta menahan sampah anorganiknya di rumah masing-masing.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top